Friday 28 November 2014

Coretanku untuk diriku (Kisah hidupku) part I

29 February 1996,di Rumah sakit bersalin Maria Elisabet Kota Bumi,tepat ditanggal itu kau lahir tanggal yang hanya muncul sekali dalam empat tahun.
kau sangat beruntung lahir ditanggal kabisat,kau unik diantara yg lain.
tidak perlu iri dengan mereka yang merayakan ulang tahunnya setiap tahun,sedangkan dirimu empat tahun sekali.
justru berbangga lah kamu karna itulah dirimu istimewa.
Sahat Martua Samosir itulah nama pertama mu ketika lahir ke dunia ini.
kamu sangat beruntung lahir dari orang tua yang sangat menyayangi mu.
kamu lahir dari keluarga yang sangat sederhana namun penuh cinta dan dan kehangatan.
kamu juga sanagat beruntung memiliki ibu yang sanagat menyayangi mu.
sosok ibu yang luarbiasa kuat walaupun banyak pergumulan yang dihadapinya.

Ranto Febrian Samosir itulah nama yang dipakai untuk menggantikan Sahat Martua Samosir.
dan nama itu lah yang akan dibaptis nanti di dalam nama Tuhan di Gereja.
masa kecil mu sangat indah kau begitu dimanja oleh kedua orang tua mu yang sangat mengasihi mu.
kedua orang tuamu membesarkan mu dengan cinta yang tulus hingga kau perlahan tumbuh menjadi seorang anak yang penuh cinta di dalam dirimu.
waktu terus berlalu hingga tiba saat dimana dirimu menginjak bangku sekolah.
“Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita” itulah nama sekolah pertama mu.
dimana kau mengenal teman-teman sebaya mu dan mulai belajar arti pertemanan.
di TK itulah dirimu berkembang dengan cepat,kamu sudah bisa menulis beberapa angka dan huruf dan mulai sedikit-sedikt mengeja.

kenanglah dan nikmatilah masa-masa itu karena kelak kamu pasti akan sangat merindukan masa itu.
masa dimana semua masih polos tidak ada kebohongan tidak apa sandiwara dalam pertemanan.
semua mengalir alami,satu tahun lamanya dirimu bermain dan belajar di tempat itu dan kamu memiliki sahabat yang luar biasa disana,sampai kamu dewasa pasti kamu akan slalu ingat namanya.
namannya adalah Edo,Edo adalah teman semeja mu,kalian selalu bermain bersama,sungguh indah pertemanan kalian dimasa itu,dan pasti yang tidak akan bisa kamu lupakan adalah Vera dia adalah sahabat mu yang sanagat kamu kagumi.
walaupun pada saat itu dirimu belum mengenal yang namanya cinta tapi ada rasa yang unik setiap kamu menatap matanya.
dia cantik,dia menarik,periang,ramah,baik,sopan,itulah yang membuatnya berbeda dari semua teman mu.
bahkan hingga saat dirimu dewasa kelak kamu pasti akan selalu ingat dengan wajah manisnya,senyum hangat yang menghias wajahnya akan selalu menjadi kerinduan mu kembali kemasa Taman kanak-kanak.
bumi terus berputar,Ranto Febrian Samosir kecil pun mulai tumbuh menjadi anak lugu yang sangat pemalu.

entah bagaimana kamu bisa menjadi seorang anak yang pemalu dan tidak percaya diri.
tapi itulah masa kecil mu,saat usia mu 6 tahun kamu masuk sekolah dasar.
SDN 02 Bukit Kemuning itulah nama Sekolah dasar mu yang pertama.
sebelum aku memasuki masa-masa indah dan haru di sekolah dasar,aku ingin menceritakan padamu tentang lingkungan rumah mu,Ranto masa kecil mu kamu habiskan di Desa Tanjung Waras,kecamatan Bukit kemuning,Lampung Utara.
hari-hari kecilmu dihabiskan di rumah sederhana yang penuh kehangatan oleh keluarga yang luar biasa.kamu memiliki seorang kakak yang bernama Rindu Bungantara Samosir dan seorang adik laki-laki bernama Reonaldo Samosir,kalian bertiga selalu bermain bersama kala itu,Tanjung Waras adalah sebuah desa yang indah,dimana rasa kepedulian antara sesama masih sangat terasa.
di desa itu dirimu juga memilki sahabat,dia bernama Petrus Marudut Simamora,atau sering kau panggil udut.

kalian berduan adalah sahabat sejati bermain bersama,berpetualang bersama,dan kalian sudah seperti abang dan adik yang sudah paham satu sama lain.
udut adalah sosok teman yang sempurna buat dirimu yang mengajari mu arti persahabatan.
walaupun dia memang adalah anak yang sedikit nakal.
kamu sangat menikmati masa kecil mu disana bersama orang-orang yang kamu sayangi dan yang menyayagi mu.
yakinlah suatu saat nanti bahkan saat dirimu telah menjadi orang tua pasti dirimu akan selalu mengenang nya,mengenang masa indah,mengenang saat bersama keluarga,saat bermain bersama sahabat kecil,mengenang tempat dimana ari-ari atau tali pusar mu ditanam.
sekarang kita masuk ke masa sekolah dasar,aku ingin menceritakan kepada mu masa indah dimana ada haru,juga tawa.
SDN 02 Bukit Kemuning berjarak sekitar 15 menit menggunakan angkot dari rumah kecil mu di Tanjung waras.

hari pertama mu masuk sekolah akan sanagat kamu nantikan kamu sangat bersemangat untuk segera bergegas berangkat ke sekolah.
di hari pertama mu Ranto kecil diantar oleh mama,dengan bekal makanan yang sudah disiapkan mama didalam tas kamu pun berangkat menuju sekolah mu yang cukup jauh untuk ukuran anak kelas 1 sekolah dasar,bukan nya karena tidak ada sekolah di desa mu tapi karena orang tua mu ingin menyekolahkan mu di sekolah favorit itu karena mereka ingin dirimu menjadi anak yang pintar dan berakal budi.
kelas satu dirimu masih sanagat bersemangat dan selalu ceria setiap akan memulai pelajaran.
oh ya sebenarnya kamu adalah anak yang mandiri karena hanya di hari pertama sekolah saja dirimu diantar oleh mama,ddan hari-hari selanjutnya dirimu sudah berangkat sendiri ke sekolah menggunakan ojek langganan.
Ranto kecil adalah sosok anak yang tidak percaya diri,dan pemalu,dan tidak terlalu menyukai keramaian dan dia takut bertemu orang yang belum dikenal nya.
entah mengapa dirimu menjadi sosok anak seperti itu,dirimu seperti tidak merasa sendiri dan terkadang sering menyendiri.

di masa itulah Ranto kecil mendapat pengalam pahit dan tidak mengenakkan.
dirimu dibully oleh teman-teman mu di sekolah itu karena sosok dirimu yang selalu diam dan tidak percaya diri,bahkan karena rasa takut mu yg begitu besar pada orang lain dirimu selalu di palak atau dimintai uang oleh teman mu yang nakal.
setiap hari dirimu harus merasa ketakutan berangkat kesekolah karena takut dengan teman yang selalu mengangu mu dan memintai mu uang.
karena kepolosan mu kamu selalu memberi nya uang jajan mu,bahakn dirimu sampai tidak jajan di sekolah karena harus memberi uang kepada nya.
kamu juga tidak berani memberitahu kepada orang tua mu tentang itu,kamu seperti ketakutan sehingga merasa tidak dapat berbuat apa-apa.
Karena setiap hari selau dimintai uang oleh teman mu dirimu pun sudah belajar mencuri agar dapat memberi uang karena dirimu selalu diancam disekolah jika tidak memberi uang yang cukup.
masa-masa kelam itu sangat membuatmu menderita sungguh pahit rasanya dibully disekolah.
dimana seharusnya kamu bermain dengan riang dan belajar dengan semangat.
dan ketika dirimu terus berada dibawah tekanan akhirnya dirimu berani menceritakan nya kepada mama,itupun karena dirimu ketahuan mencuri uang jualan,dirimu yang masih polos dan lugu dengan airmata dan tersedak karena ketakutan menceritakan semuanya kepada mama.

dirimu merasa sangat takut dimarahi mama karena mencuri uang,tapi mama tidak marah dia bertanya kepada mu mengapa dirimu mencuri,dengan suara lembuat mama menanyakan itu padamu,dan dengan rasa takut akhirnya dirimu menceritakan semua yang kamu alami disekolah sehingga membuat mu mencuri uang dirumah.
setelah menceritakan itu akhirnya pendertitaan mu disekolah pun hilang.
karena mama datang kesekolah dan menceritkan hal itu pada guru dan mama juga berbicara pada anak yang selalu mengancam,dan memintai mu uang.
disaat itulah dirimu mulai berfikir bahwa orang tua adalah segalanya,ornag tua adalah tempat mu berkeluh kesah,orangtua bukan hanya sebagai orang yang kita mintai uang namun juga tempat kita bercerita tentang hari-hari dan apa yang kita alami.
pesan ku kepadamu Ranto agar kelak jika tumbuh dewa jangan lagi menjadi orang yang penakut,dan tidak percaya diri,kamu anak yang pintar,busungkan dada mu tegakkan kepala mu.
jangan jadi anak cengeng dan penakut,lihatlah kamu tidak tinggal sendiri disekelilingmu banyak orang-orang yang menyayangi mu.





bersiaplah menghadapi kehidupan yang lebih keras nanti akan kuceritkan semua disaat dirimu beserta keluarga harus meninggalkan tempat mu lahir dan menghabiskan masa kecil.
dan meninggalkan semua sahabat mu dan teman bermain mu.
dimana dirimu harus menghadapi kenyataan yang berat diterima.
tetaplah semangat Ranto Febrian Samosir !!!


BERSAMBUNG 

No comments:

Post a Comment