Sunday, 17 August 2014

Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain


Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain
Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.

Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.

“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.
Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”
Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”
Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”
Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”
Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”

Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”
Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.

“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.
"Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan hal yang bagus untuk meremehkan seseorang karena melihat penilaian dari luar, Anda tidak akan pernah tahu pada beberapa waktu yang akan datang, seseorang yang Anda remehkan bisa jadi merupakan pengantar rejeki yang tak terduga."

Kisah Pendiri WhatsApp


Kisah Pendiri WhatsApp

Jan Koum
, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.

Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
"Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yg dulu dapat jatah makan itu kini jadi Triliuner"

Bersikap Apa Adanya



Bersikap Apa Adanya
Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat, atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan.
Bersikaplah apa adanya. Bila kita kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain.
Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama, yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam kejujuran dan terus terang.
Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya. Mengapa ? Karena ada detak kehidupan alam disana.
Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. Kita bisa memilih untuk hidup apa adanya, dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi.

by:http://iphincow.com

Filosofi Hedgehog


Filosofi Hedgehog
Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.
Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.
Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasakan dingin yang membeku, dan akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati!
Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.

Pesan cerita ini:

Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu “mengapresiasi” semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.
Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” (bermakna) & “mampu bertahan” dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun.

copas from : http://iphincow.com

Sunday, 3 August 2014

10 FOTO BERSEJARAH TENTANG BANGSA INDONESIA

 
images
Nggak perlu nunggu 10 November buat posting artikel yang berbau patriotis. Kali ini aku akan menghadirkan 10 foto tempo doeloe yang sangat erat kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia. Beberapa foto ini sangat ikonik dan mungkin tak asing bagi kalian. Namun beberapa lainnya mungkin baru pertama kali kalian lihat. Semoga saja foto2 ini makin menginspirasi kita. Ini dia foto tempo doeloe paling bersejarah di Indonesia!

1. Proklamasi
Foto pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno di atas pasti sudah kalian kenal. Tapi kali ini akan kuberikan beberapa foto yang mungkin belum pernah kalian lihat. Di antaranya ada foto Bung Karno berdoa setelah pembacaan proklamasi. Walaupun Bung Karno berdoa secara Islam dan aku sendiri seorang non-Muslim, namun tetap saja foto ini sangat berkesan bagiku. Apalagi saat pembacaan proklamasi bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Pembacaan-proklamasi-2
Selain itu ada foto pengibaran bendera pusaka yang sangat sederhana. Aku jadi heran, siapa sih yang pertama mensakralkan pengibaran Merah Putih dengan protokol militer yang harus “sempurna” tanpa sedikitpun cela? Padahal pengibaran sangsaka Merah Putih untuk pertama kalinya saja teramat sederhana dan membumi.
 

2. Surabaya 01
 
Foto ini secara berseri menggambarkan peristiwa berdarah 10 November di Surabaya yang merupakan pertempuran terdahsyat selama perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto pertama adalah foto Brigjend Mallaby dari Sekutu bersama Dr. Soegiri sebagai wakil rakyat Indonesia berkendara bersama-sama untuk mencegah pertumpahan darah antara tentara Sekutu dan rakyat Surabaya. Bisa dibayangkan, berada di depan kendaraan seperti ini tentu membutuhkan nyali yang besar sebab setiap saat mereka berdua dapat menjadi sasaran empuk tembakan dari kedua pihak.

3. Surabaya 02
mallaby-car-b2
Foto ini menggambarkan mobil Brigjen Mallaby yang hancur, menewaskan jenderal Sekutu itu dan memicu serangan Sekutu ke Surabaya. Foto ini juga menggambarkan suasana perang yang walaupun sepi tampak mencekam. Sayangnya menurut informasi yang kudapat, lokasi bersejarah di Jembatan Merah ini kini telah berubah menjadi mall, salah satu bukti bahwa bangsa ini memang kurang menghargai sejarahnya sendiri.

4. Surabaya 03
bungtomo
Foto ini pasti juga tak asing bagi kalian. Foto Bung Tomo yang mengorbankan semangat arek-arek Surabaya ini sangatlah ikonik. Sangat sulit dipercayai, dengan pengorbanan dan jasa Bung Tomo yang sedemikian besar, pahlawan terkenal ini baru resmi diangkat sebagai pahlawan nasional pada tahun 2008. Mungkin selain Bung karno dan Bung Hatta, Bung Tomo adalah tokoh pejuang Indonesia yang paling menginspirasi.

5. Surabaya 04
hotel_oranye-07b
Foto ini menggambarkan peristiwa perobekan bendera di hotel Oranye. Keberanian para pemuda yang memanjat dan merobek bendera Belanda menjadi merah putih itu tentu sangatlah tak terkira, sebab mereka tentu sadar akan menjadi sasaran empuk para penembak Belanda. Bahkan bukan tak mungkin mereka memang sengaja berniat mengorbankan nyawa untuk melakukan tindakan heroik tersebut. Hmm...mungkin nggak ya generasi muda kita memiliki keberanian yang sama seperti para pemuda pada masa perjuangan?

6. Bung Karno
url
Foto2 Bung Karno dan perkataannya selalu saja menginspirasi. Sayangnya kini tak ada lagi pemimpin yang seberani dan setegas Bung Karno.

7. Piala Dunia
netherlands-east-indies
Tak banyak yang tahu memang bahwa sebelum merdeka, Indonesia pernah ikut dalam ajang Piala Dunia 1938 di Prancis. Walaupun saat itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda, namun FIFA tetap mengakui Indonesia sebagai negara Asia pertama yang berhasil lolos ke Piala Dunia sekaligus hingga kini tetap menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang pernah mengikuti ajang bergengsi tersebut. Akan tetapi mirisnya, pada saat foto ini diambil, yang diperdengungkan bukanlah lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”, melainkan lagu kebangsaan Belanda “Het Wilheminus”.

8. Borobudur
1-750109
Foto ini mungkin salah satu dokumentasi awal candi kebanggaan Indonesia, Borobudur. Ditemukan dan direstorasi oleh Raffles yang kemudian dilanjutkan oleh pemerintah kolonial Belanda, candi ini awalnya dalam kerusakan parah (seperti bisa dilihat pada gambar) karena terbengkalai selama berabad-abad. Mungkin agak miris jika kita mempelajari sejarah dan mengetahui bahwa candi2 bersejarah di negeri kita dahulu justru dilestarikan oleh para bangsa penjajah seperti Belanda dan Inggris. Bahkan Raffles sendiri dikenal sangat mencintai sejarah dan budaya Jawa hingga tak segan menulis buku terkenalnya, “History of Java”. Bagaimana dengan kita sendiri?
NB: Sayangnya hal yang sama juga berlaku di bidang iptek. Pada saat kuliah di jurusan Biologi, saya masih menggunakan buku “Flora of Java” karangan Steenis yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda tanpa ada sedikitpun niat dari ilmuwan Indonesia (selama 60 tahun lebih merdeka) untuk membuat buku baru yang lebih lengkap. Padahal buku itu berisi tentang tumbuhan2 yang ada di Pulau Jawa.

9. Bung Karno and Friends
 
Bung Karno dan Kennedy mungkin adalah dua tokoh besar dalam sejarah dunia dan aku sendiri cukup terkejut sekaligus senang melihat keduanya dalam satu bingkai foto. Baik Kennedy maupun Bung Karno merupakan tokoh2 pemimpin yang tegas, cinta damai, sekaligus sangat toleran terhadap perbedaan. Bung Karno memimpin Indonesia yang sangat beragam agama dan suku bangsanya, sedangkan Kennedy adalah seorang Katolik yang memimpin negara yang mayoritas penduduknya penganut Kristen Protestan. Sayang keduanya mengalami nasib yang tragis, Kennedy tertembak sedangkan Bung Karno digulingkan oleh Soeharto. Mungkin saja jika keduanya masih hidup, dunia akan menjadi tempat yang sama sekali berbeda.
soekarno-hatta
Selain Kennedy, tokoh yang sangat dekat dengan Bung Karno dan kita harapkan berada dalam satu frame tentu adalah Bung Hatta. Di Indonesia, hanya Bung Hatta saja pemimpin besar yang layak disandangkan dengan nama besar Bung Karno.
Namun bagaimana pendapat kalian dengan foto di bawah ini?
soekarno dan soeharto

10. Wayang Beber
Entah mengapa foto ini sangat mengena dan berkesan bagiku. Di foto yang entah diambil tahun berapa (lkemungkinan besar masih pada masa penjajahan) terlihat pagelaran wayang beber yang tampak sakral dan dihadiri seorang Belanda. Ini menunjukkan penghargaan bangsa lain terhadap budaya kita (tak hanya wayang, bahkan orang Belanda tersebut memakai sarung batik). Di foto ini juga terlihat sekilas seperti apa suasana Nusantara pada zaman dahulu yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan budayanya.


BONUS:
Reformasi

Foto sejarah perjuangan bangsa tak hanya dilukiskan dalam foto hitam putih tempo doeloe saja. Seperti foto pendudukan para mahasiswa di Gedung MPR-DPR pada masa reformasi ini, sungguh ikonik. Mengingatkan bahwa kita bisa saja menjadi bagian dari sejarah bila kita melakukan sesuatu untuk bangsa dan negara kita

10 BANGUNAN TERTINGGI DALAM SEJARAH



 
0
Jika ada yang membahas 10 bangunan tertinggi di dunia saat ini, itu sudah biasa. Nah, kali ini aku akan mencoba membahas secara urut 10 bangunan yang at least “pernah” memecahkan rekor sebagai bangunan tertinggi yang dibuat oleh manusia. Ini dia! 

  1. Piramida Giza, Mesir
Pyramids-of-giza-1024x768
Piramida Giza atau disebut juga Piramida Khufu (Cheops) merupakan bangunan tertinggi di dunia selama 3.800 tahun! Piramida ini dibangun sekitar tahun 2560 SM sebagai makam dari Firaun Khufu. Penyelesaian bangunan ini diduga membutuhkan waktu 20 tahun dengan jumlah pekerja sekitar 100.000 orang. Tinggi piramida ini awalnya 146,5 m, namun akibat erosi selama ribuan tahun, tingginya kini berkurang menjadi 138,8. Baru pada tahun 1300 M, rekornya sebagai bangunan tertinggi di dunia terpecahkan oleh Katedral Lincoln (Ingrris) dengan menara setinggi 160 m. Tapi tetap saja, piramida memegang rekor sebagai bangunan tertinggi terlama di dunia, yaitu selama hampir 4 milenium.
  1. Gereja Ulm Minster, Jerman
2
Sebuah gereja menjadi bangunan tertinggi di dunia mungkin tak terbayangkan sebelumnya. Namun sejak arsitektur gotik mewabah di Eropa pada abad pertengahan, setiap kota di Eropa bersaing untuk membangun gereja-gereja dengan menara tertinggi. Sebagai catatan, sebuah gereja gotik yang “biasa-biasa saja” umumnya memiliki tinggi 7 lantai.
Gereja yang pernah tercatat sebagai bangunan tertinggi dalam sejarah adalah Ulm Minster, sebuah gereja Protestan yang terletak di kota Ulm, Jerman. Pembangunan gereja ini dimulai sejak 1377 dan baru selesai sepenuhnya pada 1890. Bila gereja gotik umumnya memiliki dua menara, maka gereja Ulm dibangun hanya dengan satu menara, namun dengan ketinggian mencengangkan hingga 161,5 m atau setinggi sekitar 40 lantai! Hingga kini, gereja Ulm Minster tetap memegang gelar sebagai gereja tertinggi di dunia.
  1. Monumen Washington, Washington D.C., Amerika Serikat
3
Monumen berbentuk obelisk ini menjadi yang tertinggi di dunia sejak 1884 dengan tinggi 170 m. Monumen ini dibangun untuk menghormati presiden pertama Amerika Serikat, yaitu Goerge Washington. Monumen ini hanya memegang gelar bangunan tertinggi di dunia selama 5 tahun saja. Walaupun demikian, monumen ini tetap menjadi bangunan tertinggi di Washington DC.
  1. Menara Eiffel, Paris, Perancis
4
Mustahil ada yang tidak kenal bangunan ini. Menara kebanggaan rakyat Perancis ini diresmikan pada 1889 sebagai gerbang menuju World Fair yang diadakan di paris pada tahun tersebut.
Menara ini dinamai sesuai nama arsiteknya, yaitu Gustave Eiffel. Menara Eiffel awalnya setinggi 295 m, namun sekarang tinggi mencapai 324 m setelah dilakukan penambahan pada bagian puncak menaranya. Menara ini sempat meraih gelar bangunan tertinggi di dunia selama 43 tahun, sebelum gedung Chrysler di Amerika Serikat selesai dibangun.
  1. Gedung Chrysler, New York, Amerika Serikat
65
Gedung ini tak hanya sempat terkenal karena menjadi gedung tertinggi di dunia pada tahun 1930, namun hingga kini terkenal sebagai salah satu gedung terindah di dunia. Gedung bergaya art deco dengan tinggi 319 m ini diarsiteki oleh William van Allen atas perintah seorang pengusaha bernama Walter P. Chysler. Sayangnya, gedung ini harus cukup puas memegang gelar gedung tertinggi hanya selama 11 bulan saja, setelah dikalahkan Empire State Building setahun kemudian.
  1. Empire State Building, New York, Amerika Serikat
7
Gedung ini memiliki tinggi 381 m dengan 102 lantai. Gedung ini dinamai sesuai dengan julukan kota New York sebagai “Empire State”. Gedung ini terkenal ke seluruh penjuru dunia, tidak hanya karena pernah menjadi gedung tertinggi, namun juga berkat film King Kong. Ya, kalian pasti masih ingat adegan legendaris King Kong yang memanjat naik ke gedung Empire State.
8
Saking tingginya gedung ini, pernah sebuah pesawat militer menabrak gedung ini di antara lantai 79 dan 80 akibat kabut yang tebal pada tahun 1945, menelan 11 korban jiwa. Selain itu, puncak gedung ini dilengkapi penangkal petir karena begitu seringnya gedung ini tersambar petir.
9
Gedung ini menjabat gelar sebagai gedung tertinggi selama 40 tahun, yaitu dari tahun 1931 sampai 1972, ketika pembangunan WTC selesai.
  1. World Trade Center, New York, Amerika Serikat
1110
Gedung kembar ini tak hanya dikenal karena pernah menjadi gedung tertinggi di dunia, namun juga karena nasib tragis yang menimpanya. Menara kembar World Trade Center atau yang biasa dikenal dengan sebutan WTC ini diarsiteki oleh insinyur Jepang bernama Minoru Yamasaki. Diresmikan pada tahun 1973, kedua gedung ini ternyata tidak memiliki tinggi yang sama. Menara utara setinggi 417 m dan menara selatan setinggi 415 m. Jika ditambah dengan antena yang terdapat pada menara utara, tinggi bangunan menjadi 526 m.
clip_image024
Menara kembar ini berakhir masa kejayaannya ketika pada tanggal 11 September 2001, teroris membajak pesawat American Airlines Penerbangan 11 dan menabrak lantai 93-99 menara utara pada 08.46 waktu setempat, diikuti pesawat United Airlines Penerbangan 175 yang menabrak lantai 77-85 menara selatan sekitar 17 menit kemudian. Tragedi itu menewaskan 2.753 orang. Uniknya, tragedi ini juga menyebabkan rilis film “Spiderman” pada 2001 diundur, sebab terdapat salah satu adegan dimana Spiderman menjerat sebuah helikopter dengan jaring yang dibentangkan di antara kedua menara WTC. Adegan tersebut dinilai terlalu sensitif sehingga terpaksa diganti.
Kini, satu dekade setelah runtuhnya WTC, gedung WTC baru sedang dibangun di lokasi ground zero salah satu menara. Tidak seperti gedung kembar pendahulunya, kali ini hanya akan dibuat satu menara dengan nama 1 WTC atau Freedom Tower. Gedung tersebut direncanakan selesai pada tahun 2013 dengan tinggi 541 m.
13
  1. Menara Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia
14
Setelah menara WTC runtuh, dunia pun bertanya-tanya, apakah gedung tertinggi di dunia saat itu? Jawabannya ternyata terletak di sudut dunia yang tak pernah mereka duga sebelumnya, yaitu Asia Tenggara. Pada saat dibangun pada tahun 1998, tak sedikitpun niat dari para arsitek menara kembar Petronas untuk membangun gedung tertinggi di dunia. Namun kenyataannya, gedung setinggi 451 m ini tersohor setelah peristiwa 11 September sebagai gedung tertinggi di dunia.
Kedua menara Petronas didesain dengan motif geometris khas arsitektur Islam berupa bintang dengan delapan sudut. Uniknya, masing-masing menara dibangun oleh dua kontraktor yang saling berkompetisi. Menara barat dibangun oleh kontraktor Jepang, sementara menara timur dibangun oleh kontraktor Korea Selatan. Gedung dengan 88 lantai ini menjadi gedung tertinggi di dunia selama 8 tahun, sebelum akhirnya dikalahkan oleh menara Taipei 101.
  1. CN Tower, Toronto, Kanada
15
Selesai pada tahun 1976, Menara CN Tower menjadi menara telekomunikasi tertinggi di dunia selama 34 tahun sebelum akhirnya dikalahkan Burj Khalifa. Namanya adalah kependekan dari Canadian National Tower. Dengan tinggi setengah kilometer lebih atau tepat 553 m, bangunan-bangunan pencakar langit di sekitarnya pun tampak kerdil. Walaupun kini telah dikalahkan oleh Burj Khalifa, menara ini tetap menjadi bangunan tertinggi di Dunia Barat.
  1. Burj Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab
16
Tak perlu dipertanyakan lagi bahwa bangunan ini merupakan bangunan tertinggi yang pernah dibuat oleh umat manusia. Dengan tinggi 828 m dan jumlah lantai 160, gedung Burj Khalifa mengalahkan para pesaingnya dengan mudah. Namun membangun gedung tertinggi di dunia ternyata tidak memuaskan rakyat Uni Emirat Arab. Negara ini berniat kembali membangun gedung setinggi 1 km yang disebut Burj Dubai.
17
Bagaimana dengan Indonesia? Well, konon Indonesia akan membangun Menara Jakarta dengan tinggi 558 m yang jika selesai, akan menjadi bangunan tertinggi di belahan bumi selatan. Proyeknya dimulai sejak 1993, namun terhenti akibat krisis ekonomi tahun 1997. Nah, dengan kondisi bangsa yang carut marut saat ini, bisakah menara ini dirampungkan?
18

PERBEDAAN KATOLIK DAN KRISTEN PROTESTAN

800px-Thebible33
Pertama-tama aku ingin meluruskan salah pemahaman banyak orang terhadap istilah “Kristen”. Kristen didefinisikan sebagai agama yang dibawa Yesus Kristus (Nabi Isa kalo dalam Islam). Agama Kristen pecah menjadi tiga aliran (gereja) karena perbedaan pendapat para pengikutnya, yaitu Kristen Ortodoks (misalnya Kristen Koptik yang ada di Mesir), Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Jadi salah kaprah tuh kalo menganggap Kristen itu identik dengan Protestan aja. Misalnya ada yang nanya, “Kamu Kristen apa Katolik?” Padahal dari pengertiannya, Katolik pun sebenarnya juga termasuk Kristen.

Terus kesalahpahaman lain tentang agama Kristen bahwa kami mengakui ada tiga Tuhan. Itu salah besar. Sama seperti Islam dan Yahudi, Kristen mempercayai hanya ada satu Allah atau Tuhan. Kristen adalah agama Monoteisme. Hanya bedanya, Kristen mengakui satu Tuhan tersebut memiliki tiga pribadi, yakni Bapa (Sang Pencipta), Putra (Yesus Kristus, Tuhan yang menjelma menjadi manusia), dan Roh Kudus (Tuhan yang ada di hati tiap manusia). Namun ketiganya tetap satu kesatuan yang disebut Tritunggal.
Agama Katolik dan Protestan berpisah karena perbedaan2 mereka yang sudah nggak bisa disatukan lagi. Berikut ini perbedaan antara kedua agama tersebut.
1. Katolik mengakui Paus, Protestan tidak


Ini adalah perbedaan paling utama antara Kristen Protestan dan Katolik. Paus adalah pemimpin tertinggi umat Katolik. Paus bertahta di Vatikan, Roma. Paus pertama adalah St. Petrus, pemimpin dari ke-12 murid Yesus. Dari kemunculan agama Kristen sejak abad pertama hingga sekarang sudah ada sekitar 300-an Paus. Paus sekarang adalah Paus Fransiskus I yang  menggantikan Paus Benedictus XVI. Namun agama Protestan tidak mengakui Paus dan tidak memiliki pemimpin tertinggi. Alasannya bisa ditelusuri dari abad pertengahan di Eropa.
Pada zaman itu, Paus Leo X ingin membangun gereja terbesar dan terindah di dunia yang disebut Basilika St. Petrus di Vatikan (sampai sekarang gerejanya masih ada). Paus Leo X kemudian melakukan hal-hal yang sebenarnya nggak sesuai dengan ajaran Katolik sendiri untuk mencukupi dana pembangunan gereja tersebut, salah satunya dengan menjual surat pengakuan dosa. Hal ini diprotes oleh seorang pendeta bernama Martin Luther yang akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari gereja Katolik. Karena memprotes gereja Katolik, maka pengikut Martin Luther kemudian disebut “Protestan”.
2. Orang Katolik membuat tanda salib, orang Protestan tidak


Cara termudah membedakan yang mana orang Katolik dan yang mana orang Protestan adalah dengan memperhatikan saat mereka mau makan. Sebelum makan, biasanya orang Katolik membuat tanda salib, sedangkan orang Protestan tidak (cuma berdoa aja biasa). Tanda salib ini digunakan sebelum dan sesudah berdoa. Tanda salib dibuat dengan tangan telunjuk kanan menyentuh dahi – dada – bahu kiri – bahu kanan secara urut.
3. Perbedaan kitab suci

Apakah nama kitab suci orang Kristen? Aku sering “gubrak” kalo denger ada yang jawab kitab suci agama Kristen itu Injil. Sebenarnya nama kitab suci orang Katolik dan Protestan itu sama, yaitu Alkitab. Injil hanyalah sebagian kecil dari Alkitab yang khusus menceritakan kehidupan Yesus. Nah, Alkitab orang Katolik dan Protestan ternyata berbeda. Alkitab Katolik lebih tebal daripada Alkitab Protestan soalnya di dalam Alkitab Katolik ada tambahan 12 kitab yang dinamakan Deutero-Kanonika. Kitab-kitab tersebut nggak diakui kebenarannya di agama Protestan. Implikasi dari nggak diakuinya kitab2 ini, orang Protestan tidak mempercayai adanya “Api penyucian” atau “Purgatory” (wilayah di antara surga dan neraka) yang dipercayai oleh orang Katolik soalnya doktrin ini cuma ada di kitab Deutero-Kanonika.
4. Masalah penafsiran kitab suci

Kalo kitab sucinya aja udah beda, apalagi penafsirannya. Dalam Katolik, orang biasa nggak boleh menafsirkan kitab suci. Satu-satunya yang boleh menafsirkan kitab suci hanyalah Magisterium, yaitu para ahli2 agama yang berpusat di Roma. Orang-orang Katolik di seluruh dunia tinggal mengikuti aja penafsiran Magisterium tersebut dan nggak boleh menafsirkan kitab suci menurut pengertian mereka sendiri. Sedangkan menurut ajaran Protestan, semua orang punya hak yang sama dalam menafsirkan kitab suci, nggak dimonopoli pemuka2 agama aja.
Sekilas keliatannya lebih enak ajaran Protestan ya, soalnya lebih bebas. Namun ternyata ada dampak signifikannya. Umat Katolik di seluruh dunia lebih bersatu karena memiliki satu pendapat yang sama tentang kitab suci. Jadi agama Katolik tuh cuma ada satu di dunia ini dan nggak terbagi-bagi menjadi aliran-aliran lain.
Sebaliknya kaum Protestan yang kalo diitung-itung sebenarnya jumlah pengikutnya lebih banyak dari Katolik, terpecah-pecah menjadi aliran-aliran yang lebih kecil yang disebut “denominasi”. Aliran-aliran ini muncul karena perbedaan penafsiran antara satu kelompok dengan kelompok lain, misalnya ada GPIB, Kharismatik, Pentakosta, Metodis, Baptis (GBI), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Batak (HKBP), Adven, Mormon, dan lain-lain.
Implikasi praktisnya, orang Katolik bisa bebas beribadat di gereja Katolik manapun. Mau di Jakarta, Bandung, Malang, Manado, New York, terserah deh soalnya ajarannya sama Tapi orang Protestan biasanya hanya pergi ke satu gereja yang sama seumur hidupnya. Misalnya penganut Baptis harus pergi ke gereja GBI yang mungkin jaraknya 15 kilometer dan nggak bisa pergi ke gereja GPIB yang letaknya cuma di depan rumah soalnya ajarannya beda (walaupun keduanya sama2 gereja Protestan). Bahkan nggak jarang, antara denominasi Protestan yang satu dengan yang lain berselisih paham gara2 perbedaan pandangan itu.
5. Pemuka agama Katolik memiliki hierarki (tingkatan), sedangkan Protestan tidak

Para pemuka agama Katolik memiliki hierarki sebagai berikut: romo/pastur – uskup – kardinal – paus. Dengan adanya tangga hierarki itu, para pemuka agama Katolik bisa naik jabatan, bahkan bisa jadi Paus. Semua Paus juga dulunya berawal dari romo biasa kok. Akan tetapi, pemuka agama Protestan (pendeta) tidak memiliki hierarki semacam itu.
Karena pemuka agama Katolik ada hierarkinya, maka gereja Katolik juga punya hierarki, yaitu kapel (gereja kecil) – gereja paroki (tempat kedudukan pastur) – katedral (tempat kedudukan uskup/kardinal) – basilika (tempat kedudukan paus). Semakin tinggi tingkatannya biasanya ukurannya juga semakin besar. Sedangkan gereja Protestan nggak punya hierarki. Jadi, biasanya yang namanya katedral itu gereja Katolik (walaupun ada juga beberapa gereja Protestan yang pakai istilah katedral).
6. Pemuka agama Katolik tidak boleh menikah, sedangkan Protestan boleh

Para pemuka agama Katolik mulai dari pastur hingga Paus nggak boleh menikah alias hidup membujang selamanya. Istilahnya dalam Katolik “hidup selibat”. Hal ini agar beliau2 bisa berkonsentrasi dalam mengajarkan agama Katolik. Tapi dalam gereja Protestan, pendeta diperbolehkan menikah.
7. Perempuan bisa menjadi pemuka agama dalam Protestan, sedangkan dalam Katolik dilarang

Dalam Katolik hanya laki-laki yang boleh pastur, sedangkan perempuan tidak boleh. Sedangkan dalam Protestan, baik laki-laki dan perempuan diberikan hak yang sama menjadi pendeta (namun lebih seringnya kita melihat pendeta laki-laki). Namun dalam agama Katolik, wanita yang ingin mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan dapat menjadi suster (biarawati). Syarat menjadi suster sama dengan syarat menjadi pastur, yaitu nggak boleh menikah (makanya sayang juga kalo liat ada suster cantik hehehe). Seorang suster juga harus memakai kerudung seumur hidupnya. Bahkan di negara2 Barat, pakaian suster yang serba tertutup ini sekilas mirip banget ama jilbab. Suster ini dulu biasa bekerja sebagai perawat, karena itulah ada kebiasaan di negara kita untuk memanggil perawat dengan sebutan “suster”.

8. Perbedaan peribadatan

Peribadatan orang Katolik disebut misa, sedangkan peribadatan orang Protestan disebut kebaktian. Keduanya berbeda dalam hal isi maupun tata cara pelaksanaannya, walaupun sama-sama dilaksanakan pada hari Minggu.
9. Katolik mengkultuskan Bunda Maria, sedangkan Protestan melarang

Nah, kalo tadi perbedaan Katolik dan Protestan di permukaan, sekarang kita akan lebih menyentuh ke inti ajarannya (cailah bahasanya, kayak faham2 aja hehehe). Umat Katolik sangat mengkultuskan Bunda Maria, yaitu ibunda dari Yesus Kristus. Umumnya yang namanya orang Katolik memang sangat mencintai dan menghormati Bunda Maria. Sebagai penghormatan kepada Bunda Maria, dalam agama Katolik ada kebiasaan berdoa rosario (semacam tasbih dengan liontin salib) dan berziarah ke Goa Maria setiap bulan Mei dan Oktober. Tapi di Protestan, nggak ada kebiasaan semacam itu karena ajarannya memang melarang pengkultusan pada Bunda Maria. Jadi kalo ada yang pakai rosario ataupun pergi ke Goa Maria bisa dipastikan dia adalah orang Katolik.
10. Katolik mengakui para orang kudus (santo-santa) sementara Protestan tidak

Para orang kudus (“saint” dalam bahasa Inggris, disingkat “St” dan ditaruh di depan nama) merupakan orang-orang yang memiliki iman yang sangat kuat sehingga dipercaya sudah masuk surga. Orang kudus laki-laki disebut santo, sementara yang perempuan disebut santa.
Nama-nama para saint ini biasanya digunakan sebagai nama gereja, misalnya gereja Santa Maria, gereja Santo Petrus, dan lain-lain. Para saint ini punya hari perayaannya sendiri2 (misalnya hari raya St Valentine dirayakan tiap 14 Februari). Nama-nama para saint ini juga digunakan sebagai nama baptis dengan harapan ketika dewasa, mereka bisa meneladani para orang kudus yang namanya dipakai tersebut. Nama-nama para santo dalam agama Katolik biasanya diakhiri –us, misalnya Petrus, Paulus, Fransiskus, dan lain-lain.
Dalam agama Protestan, pemujaan pada para santo/santa dilarang keras. Bahkan orang Protestan umumnya menggunakan nama-nama nabi, bukannya nama-nama santo/santa sebagai nama baptisnya, seperti Abraham, Samuel, Daniel, dan lain-lain.
11. Katolik boleh menggunakan patung, sedangkan Protestan tidak


Gereja Katolik biasanya dihias dengan patung-patung, entah itu patung Yesus, Bunda Maria, atau para santo/santa, hingga patung malaikat. Maksudnya agar punya pandangan seperti apa mereka itu (nggak abstrak). Akan tetapi, kaum Protestan mengharamkan penggunaan patung dalam gereja soalnya dianggap berhala. Nah implikasi dari pelarangan patung ini, salib Katolik memiliki patung Yesus di tengahnya, sedangkan salib Protestan hanya salib biasa tanpa patung di tengahnya. Jadi bisa lah kalian membedakan apakah seseorang itu Katolik atau Protestan dari salib di rumahnya.
12. Katolik mengakui 7 sakramen, sementara Protestan hanya 2

Sakramen adalah bentuk upacara suci yang wajib dilakukan penganut Kristiani sepanjang hidup mereka. Gereja Katolik mengakui ada 7 sakramen, yaitu Baptis (masuk agama Kristen), Krisma (diberikan pas menginjak remaja), Ekaristi (yang biasa dilakuin umat Katolik di gereja tiap hari Minggu), Imamat (pentahbisan menjadi pastur/romo), Pernikahan, Pengakuan Dosa, dan Pengurapan Orang Sakit (diberikan saat sakit parah dan hampir meninggal). Namun dalam gereja Protestan, hanya diakui dua sakramen, yaitu Baptis dan Ekaristi. Sakramen Ekaristi dalam ajaran Protestan juga tidak dilakukan setiap hari Minggu, namun hanya pada perayaan hari-hari besar saja.